Rahma Weni --- Inggris bukanlah negara
yang mayoritas penduduknya muslim, namun hal ini tak menyurutkan semangat gadis
asal Luton, Inggris, ini untuk mewujudkan keinginannya menjadi hafiz. Diumurnya yang menginjak 7 tahun ia sudah hafal 30 juz
Alquran. Penasaran bagaimana perjuangannya?
Yuk, kita kupas fakta-fakta tentang
Maariya.
1. Mulai Menghafal Al Qur’an
Maariya
memulai langkahnya untuk menghafal Alquran sejak usia 5 tahun. Awalnya, ia
menghafal Surah Yasin dalam sebuah acara amal untuk mengumpulkan
donasi yang nantinya akan diserahkan ke
Alepo, Suriah. Tak lama setelah itu, ia meneruskan
hafalannya hingga 1 juz terakhir dalam Al Qur’an.
Amalan yang Dianjurkan Nabi dalam Menyambut Kelahiran Buah Hati
2. Sang Ibu Menyadari kalau Maariya Memiliki Keinginan
yang Kuat
Ibunya
melihat Maariya memiliki kemauan yang kuat untuk menjadi hafidzah (penghafal
Al-Quran). Namun cita-cita mulia Maariya melahirkan kekecewaan karena di
Inggris tidak ada sekolah tahfiz. Akhirnya sang ibu memutuskan untuk terjun
langsung mengajarkan dan membimbing Maariya menghafal Al Qur’an.
3. Jalan yang ditempuh Tidaklah Mudah
Mengajarkan Maariya menghafal Al Qur’an itu tidaklah mudah.
Ibunya kewalahan, dan emosional. Ibu Maariya mengatakan bahwa
mengajarkan Maariya menghapal Quran, bukanlah hal yang mudah. “Saya kewalahan,
sangat emosional, dan berharap agar Allah memberi saya kesabaran—kesabaran tak
terbatas—bagi dirinya dan putrinya,” ungkap Ibu Maariya, sebagaimana yang
dilansir Ilmfeed.
Mereka berdua harus
mengikuti jadwal yang ketat, dalam satu hari Maariya menghafal selama 5 jam.
Maariya mulai menghafal pada pagi hari sebelum berangkat sekolah, sepulang
sekolah, dan setelah makan malam.
4. Hadiah Sebagai Pembakar Semangat
Untuk
memotivasi Maariya, ibunya akan memberi hadiah apapun yang Maariya inginkan,
setiap kali ia selesai dan menuntaskan hafalan Al Qur’annya. Namun, Maariya hanya
meminta hadiah sederhana, seperti mainan yang ia suka, buku mewarnai atau makan
di sebuah restoran.
Perjuangan mereka terbayar,
tepat pada usia Maariya tujuh tahun, ia sudah tuntas menyelesaikan hafalan
Qur’annya. Hanya butuh waktu 2 tahun untuk Maariya menjadi
Hafizhah. Acara
syukuran pun diadakan untuk merayakan prestasinya.
Prestasi yang diperoleh
Maariya telah membuat ibunya bangga dan ibunya berdoa semoga Maariya senantiasa
hidup dengan apa yang sudah dipelajarinya.
Atas
prestasi yang luar biasanya ini, Maariya dinobatkan sebagai hafidz termuda
pertama di Inggris.

EmoticonEmoticon