Merasa Emosi Meledak-Ledak Ketika Mendidik Anak? Ingat 6 Hal ini
Rahma Weni --- Menjadi orang tua harus punya stok sabar seluas samudera untuk
membersamai anak dengan segala tingkah polanya. Apalagi jika menghadapi lebih
dari satu anak sekaligus, kebayang kan betapa hebohnya kalau lagi tantrum? Tak
ayal kalau peran menjadi ibu merupakan peran yang rentan stress.
Kesabaran menjadi modal utama yang
harus dimiliki. Namun, bagaimana kalau bunda sering merasa emosi meledak-ledak
ketika membersamai anak? Apalagi, setelah melihat semua kegiatan eksplorasi
anak yang sering di cap sebagai kenakalan yang dilakukan anak? Kalau saat ini
bunda dalam kondisi seperti itu, ada 6 hal yang perlu bunda pikirkan kembali,
lho.
Apa saja 6 hal itu? Yuk, kita baca
tuntas
Baca juga:
Sering Membentak Anak? Waspada Dampak Buruknya Terhadap Anak
Anak Kecanduan Gadget? Apa yang Harus Kita Lakukan?
1. Tarik nafas yang dalam sebelum berbicara Panjang Lebar
Alih-alih marah dan membentak anak,
coba tenangkan diri sejenak. Ambil nafas yang dalam sebelum merespon tingkah
anak. Cara ini bisa mengatasi kemarahan atau emosi secara efektif. Sebelum
Bunda marah atau ngomel panjang lebar, lebih baik atasi dengan cara ini.
Apalagi, memperlihatkan kemarahan kepada si kecil, akan berdampak buruk pada
perkembangan mentalnya nanti.
2. Hujani anak dengan ciuman dan pelukan
Apa reaksi Bunda ketika anak
menumpahkan tepung di lantai lalu mengacak-acaknya? Marah, teriak histeris atau
ngomel? Sebelum emosi Bunda meledak-ledak, coba beri anak ciuman yang
bertubi-tubi dan peluk tubuh kecil mereka. Dengan memberikan pelukan dan
ciuman, anak akan merasa kalau dirinya memperoleh rasa sayang yang besar dari
orang tuanya. Di waktu yang sama, Bunda juga akan memperoleh perasaan serupa.
Setelah memeluk anak ada rasa tenang di hati dan dengan seketika emosi yang
meledak-ledak tadi akan hilang seketika.
3. Diam sejenak dan beri Jeda
Ketika anak membuat ulah, alih-alih
marah, coba tenangkan diri sejenak dengan menjauh dari anak. Tinggalkan anak
dan pergi ke ruangan lain untuk menenangkan diri. Hanya saja, pastikan kalau
anak berada dalam kondisi aman dan jauh dari benda berbahaya saat ditinggalkan.
4. Ingat, anak adalah anugerah
Ketika emosi Bunda meluap dan rasa
ingin marah pada anak, ingatlah kalau anak adalah anugerah Allah. Bukankah
tidak semua orang diberi keturunan, walau sudah berupaya semaksimal mungkin?
Coba perhatikan sekeliling Bunda, ada pasangan suami istri yang harus mengetuk
pintu-pintu praktek dokter demi ikhtiar memiliki anak, ada pasangan yang harus
menunggu bertahun-tahun lamanya untuk memiliki anak, dan berbagai kendala
lainnya yang membuat mereka tidak diberi karunia anak. Bunda merupakan salah
satu orang tua yang beruntung karena dianugerahi anak oleh Allah.
5. Anak yang aktif merupakan pertanda kalau mereka cerdas
Hal berikutnya yang perlu dingat
kembali ketika melihat tingkah laku ajaib atau kenakalan anak adalah anak yang
aktif merupakan pertanda kalau mereka cerdas. Anak yang memiliki gerak aktif
semasa kecil, cenderung dikenal sebagai anak yang cerdas. Biarkan anak aktif
bergerak sebagai tanda tumbuh kembangnya normal , malahan, anak yang hanya
duduk diamlah yang patut diwaspadai tumbuh kembangnya.
6. Masa kecil anak tak bisa terulang
Sebelum memarahi anak, pikirkan
kembali, bahwa masa kecil merupakan momen berharga dalam mendidik anak.
Apalagi, masa kecil tersebut tak akan bisa diulang. Apapun yang mereka dapatkan
selama anak-anak, akan menjadi kenangan berharga ketika mereka sudah dewasa.
Itulah 6 hal yang perlu bunda
pikirkan lagi, kalau merasa emosi sudah meluap dan kesabaran dalam menghadapi
anak sudah habis. So, pastikan stok sabarnya diperbanyak, ya Bunda.

EmoticonEmoticon