3 Amalan Sunnah Wanita di Hari Jum’at
![]() |
| Amalan Sunnah di hari Jum'at |
Rahma Weni --- Hari Jum’at merupakan hari istimewa
karena berbagai hal besar terjadi di hari Jum’at. Nabi Adam diciptakan pada
hari Jum’at, dimasukkan di keluarkan dari surga pada hari Jum’at juga, dan hari
kiamat kelak akan terjadi pada hari Jum’at juga.\
Pada hari Jum’at, ada beberapa
amalan sunnah yang bisa kita lakukan. Ada banyak pahala sunnah yang bisa diraup
ketika hari Jum’at tiba. Di hari yang istimewa ini tentunya sangat sayang untuk
melewatkan pahala amalan sunnah yang bisa kita tabung.
Inilah 3 amalan sunnah yang bisa
kita lakukan untuk meraih pahala yang berlimpah:
Membaca Surat Al Kahfi
Amalan sunnah yang
pertama yang bisa kita lakukan adalah membaca QS AL Kahfi. Membaca surat Al
Kahfi merupakan hal yang sangat dianjurkan (mustahab) di hari Jum’at karena
pahalanya yang begitu besar sebagaimana dua hadist ini
“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Ad Darimi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6471)
“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470).
Semoga kita bisa
melakukan amalan sunnah yang pahalanya besar ini. Semoga Allah selalu memberikan
kemudahan kepada kita untuk melakukan amal shaleh.
Memperbanyak Shalawat
Amalan selanjutnya
adalah membaca shalawat. Amalan ini bisa dilakukan oleh semua wanita, termasuk
wanita yang sedang haid.
Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap hari Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti“. (HR. Al-Baihaqi)
Memperbanyak Do’a
Di hari Jum’at
kita dianjurkan untuk memperbanyak berdo’a. Di hari selain Jum’at pun
dianjurkan untuk berdo’a, tetapi di hari Jum’at Rasul menyebutkan keutamaannya:
“Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah mengisyaratkan dengan tangan beliau sebagai gambaran akan sedikitnya waktu itu” (H.R Muttafaqun Alaih).
Gambaran waktu
yang dimaksud, terdapat 4 pendapat ulama
1.
Sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at
“Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai”[10]. Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi.
2.
Setelah ashar sampai terbenamnya matahari.
Berdasarkan hadits:
“Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar”[11]. Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang lebih masyhur dikalangan para ulama.
3. Setelah ashar, namun diakhir-akhir hari Jum’at. Hal
ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At Thurthusi,
Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat ini.
4. Pendapat keempat, yang juga dikuatkan oleh Ibnu
Hajar, yaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu ‘Abdil Barr berkata:
“Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang
disebutkan”.
Dengan demikian
seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari Jum’at tidak pada beberapa
waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu
‘Abdil Barr.[12]
Semoga kita
diberikan kemudahan oleh Allah untuk melakukan amalan sunnah di hari Jum’at.
Sumber:https://rumaysho.com

EmoticonEmoticon